Feb 14, 2011

belajar menulis

Bismillah

Ga terasa...udah mau sebulan HS Alif dengan program yang terencana. Ada yang lancar, mudah, menyenangkan. Ada juga yang banyak hambatan, sulit dan kurang menyenangkan (buat Alif). Cerita keseluruhannya di topik lain ya.
Belajar menulis..ini pelajaran yang paling susah buat Alif, dan juga sulit buat aku sebagai gurunya.






Minggu pertama pelajaran menulis dan membaca ga capai target. Berlatih menulis huruf setengah perjalanan... cuma sampe huruf M. Membaca? Aduh susah banget. Satu-satunya kata yang bisa dibaca dan ditulis adalah namanya sendiri :'(. Akhirnya pake flashcard versi PDF)
Ok deh, bunda harus punya strategi.






Minggu ke dua. Suatu hari Alif ditinggal bunda ke marukyo dan rumieru. Seperti biasa dia akan pesan makanan kesukaannya. Kalo bunda ke hyaku en/ Besto biasa dia pesen mainan. Ini buat 'hadiah' jagain ade Zaghi/Wawah (ganti2an) di rumah.
Nah hari itu hari senin, jadwal Alif belajar 'Calis'. Wah bunda jadi punya ide, ide ini sebenarnya udah dilaksanakan hari kamis minggu pertama. Tapi ga sukses. Waktu dia membacakan pesanannya, bunda jawab "Ok, bunda belikan. Tapi Alif harus kerjakan tugas menulis hari ini ya". Harap2 cemas menunggu jawabannya.
Ternyata, "ok, Alif kerjakan. Tapi ga mau pake buku kotak2 yang kecil. Mau pake yang besar kotak2nya. Halah2 dia sudah tau berstrategi, kotak yang besar jelas 1/2nya yg kecil jumlah kotaknya. Jadi kalo biasa dia latihan menulis huruf, sekitar 20 (misal) untuk satu huruf, berarti dia cuma menulis 10 kali /huruf. Ckckck, akal2an sama bunda nih si Alif. "Ok", jawabku. Ya udahlah daripada ngga sama sekali (dalam hati), yang keluar "Wah subhanallah, anak bunda pinter sekali. Sebelum berangkat, aku temani dia sampai huruf B. Setiap selesai menulis satu huruf A dan a, dia menatapku berbinar2. Aku pun langsung respons dengan "Subhanalah, pintarnya anak bunda". Atau, "MasyaAllah, ternyata Alif bisa tuh, bagus sekali." Dan kemudian, "Ya udah ya Alif, bunda pergi dulu". " Iya2, jangan lama2 ya.
Sekitar 45 menit aku tinggal. Sesampainya aku dirumah, Zaghi masih bobo. Dan ada suara2 berisiknya 'feeding frenzy'. "Ya Allah, batin aku dalam hati.
"Assalamu'alaikum, koq Alif main game sih?, tugasnya gimana?"
"Oh sudah2, coba bunda liat..." dengan sigap dia mencet tombol esc untuk 'pause' gamenya. Dan menunjukkan hasil kerjanya sama aku, "Subhanallah"..Tugasnya selesai, dan lengkap dengan angka 1-10 di bonusin 0 sama Alif. Alhamdulillah ya Allah, anakku bisa dipercaya. Setelah itu, dia aku berikan 4 buah cokelat kecil2 dan aku pesan, bunda mau ke Hyaku en ya, belikan Alif hadiah lain. Dan cokelatnya dibagi sama Zaghi kalo dia bangun. Hadiah apa? Loh, liat nanti aja...kejutan..

Dan malamnya, mereka sibuk2 menggambar, dan mewarnai buku barunya dengan crayon baru untuk Alif. Pensil warna untuk Zaghi dan Naurah. Senangnya mereka...


Minggu ketiga, mulai susah lagi. Ga mempan nih, di iming2i makanan, hadiah. Soalnya dia ada kesibukkan baru, menggambar. MasyaAllah, crayonnya cepet banget abisnya :'(, untung di hyaku en de...kalo ga, bangkrut deh ayah...:p. Wah mesti pake strategi baru nih. Akhirnya kesibukan baru...mewarnai huruf, dan membaca (in english). Ya, yg penting ga kosong sama sekali jadwalnya. Beli di Hyaku en juga (andalan banget deh). Selain itu juga pake huruf bermagnet yg ditempel2 di papan tulis yg ada magnetnya juga.

Minggu ke empat...jreng2 (hari senin kemarin) masih ga mau nyentuh buku kotak2nya. Ayo Alif...supaya bisa isi blog sendiri bukan bunda lagi yang ngetik...
Masih ngandelin flash card (utk membaca), menulis? masih pake huruf magnetik....so...cara apa lagi ya???

No comments: